Kamis, 30 Juni 2011

hadist tentang tujuan pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Tujuan pendidikan merupakan masalah sentral dalam pendidikan. Sebab, tanpa perumusan yang jelas tentang tujuan pendidikan, perbuatan menjadi acak-acakan, tanpa arah, bahkan bisa sesat atau salah langkah. Oleh karena itu perumusan tujuan dengan tegas dan jelas, menjadi inti dari seluruh pemikiran pedagogis dan perenungan filosofi.
Dikatakan lebih lanjut bahwa tujuan pendidikan itu penting, disebabkan karena secara implicit dan eksplisit di dalamnya terkandung hal-hal yang sangat asasi, yaitu pandangan hidup dan filsafat hidup pendidikannya, lembaga penyelenggara pendidikan dan Negara.
Sedangkan pendapat para ulama tentang tujuan pendidikan Islam, diantaranya ialah: al-Ghazali, sebagai berikut:
1.      Mendekatkan diri kepada Allah, yang wujudnya adalah kemampuan dan dengan kesadaran diri melaksanakan ibadah wajib dan sunnah
2.      Menggali dan mengembangkan potensi dan fitrah manusia
3.      Mewujudkan profesionalisasi manusia untuk mengemban tugas keduniaan dengan sebaik-baiknya






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hadits tentang Tujuan Pendidikan Islam
          ﺤﺪﱠﺛﻨﺎ ﻤﺤﻤﱠﺪ ﺒﻦ ﺒﺸﱠﺎﺭ ﺤﺪﱠﺛﻨﺎ ﺍﻟﺭﱠﺤﻤﻦ ﺒﻦ ﻤﻬﺪﻯﱢ ﺤﺪﱠﺛﻨﺎ ﺴﻔﻴﺎﻦ ﻋﻦ ﺤﺒﻴﺐ ﺒﻥ ﺃﺒﻰ ﺛﺎﺒﺖ ﻋﻦ ﻤﻴﻤﻮﻥ ﺒﻥ ﺃﺒﻰ ﺸﺒﻴﺐ ﻋﻦ ﺃﺒﻰ ﺬﺭﱠ ﻗﺎﻞ ﻗﺎﻞ ﻠﻰ ﺭﺴﻭﻞ ﷲ ﺼﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺴﻠﻢ﴿ﺍﺗﱠﻖ ﷲ ﺤﻴﺜﻤﺎ ﻜﻨﺚ ﻮ ﺃﺜﺑﻊ ﺍﻟﺴﱠﻴﱢﺌﺔ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﺗﻤﺤﻬﺎ ﺘﻤﺤﻤﺎﻮﺨﺎﻟﻖ ﺍﻟﻨﺎﺲ ﺒﺨﻟﻖ ﺤﺴﻦ﴿ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮ ﻤﺬﺮ ﻮ ﺃﺒﻮ ﺪﺍﻮﺪ ﻮ ﺃﺤﻤﺪ﴾

B.     Makna Mufradat
ﺍﺗﱠﻖ: Bertaqwalah                    
ﺃﺜﺑﻊ: Mengiringi
ﺍﻟﺴﱠﻴﱢﺌﺔ: Perbuatan yang jelek
ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ: Perbuatan yang baik
ﺗﻤﺤﻬﺎ: Menghapus

C.    Terjemah
Diriwayatkan dari Abi Dzar ia berkata Rasulullah SAW. bersabda kepada ku, katanya; Bertaqwalah kepada Allah di manapun kamu berada dan ikutilah setiap perbuatan yang jelek itu dengan kabaikan niscaya itu akan dapat menghapusnya dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang mulia. (HR. Abu Dawud)

D.    Asbab al-Wurud Hadits
Dalam Al Shahihain disebutkan bahwa Ibnu ‘Abbas telah meriwayatkan: Ketika Abu Dzar menyatakan keIslamannya di Mekkah, Rasulullah SAW bersabda kepadanya: “Kebenaran bagi kaummu dengan harapan semoga Allah SWT member manfaat kepada mereka. Ketika beliau melihat betapa Abu Dzar berkeinginan tinggal bersamanya di Mekkah, Rasulullah SAW memberitahukan ketidakmungkinannya, namun beliau berpesan kepada Abu Dzar: “Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada . . . . . dan seterusnya.

E.     Kandungan Hadits
1.      Pengertian Tujuan
Istilah “tujuan” atau “sasaran” atau “maksud”, dalam bahasa Arab dinyatakan dengan ghayat atau andaf  atau maqasid. Sedangkan dalam bahasa Ingrris, istilah “tujuan” dinyatakan dengan “goal atau purpose atau objective atau aim. Secara umum istilah-istilah itu mengandung pengertian yang sama, yaitu perbuatan yang diarahkan kepada suatu tujuan tertentu, atau arah, maksud  yang hendak dicapai melaui upaya atau aktivitas.
Sedangkan menurut Zakiah Daradjat, tujuan adalah sesuatu yang di harapkan tercapai setelah suatu usaha atau kegiatan selesai. Sedangkan menurut H.M Arifin, tujuan itu bisa jadi menunjukkan kepada futuritas (masa depan) yang terletak suatu jarak tetentu yang tidak dapat dicapai kecuali dengan usaha melalui proses tertentu.
2.      Beberapa Definisi Pendidikan Islam
a.      Drs. Ahmad D. Marimba
Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasrkan hukum-hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian utam menurut ukuran-ukuran Islam.
b.      Drs. Burlian Somad
Suatu pendidikan dinamakan Pendidikan Islam, jika pendidikan itu bertujuan membentuk individu menjadi bercorak diri berderajat tertinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya untuk mewujudkan tujuan itu adalah ajaran Allah.
3.      Isi Pendidikan Islam
Untuk membentuk Abdi Allah yang muttaqien dan cakap, maka perlu ada materi yang diberikan kepada anak didik, dengan menyesuaikan kondisi dan situasi.
Sumber materi yang pokok adalah isi Al-Qur’an dan Al-Hadits yang mencakup urusan duniawi maupun ukhrowi.
Isi pendidkan yang akan dihadapkan kepada anak didik itu direncanakan dengan matang, diatur dengan seksama serasi dengan setiap unsur yang hendak ditumbuhkan dan diperkembangkan pada diri anak didik.
Dalam Islam, isi pokok ajarannya dapat disimpulkan menjadi tiga, yaitu:
a.       Ajaran tentang keimanan/aqidah
b.      Ajaran tentang keIslaman/syari’at
c.       Ajaran tentang keihsanan/akhlak
4.      Tahap-Tahap Tujuan
Abu Ahmad mengatakan bahwa tahap-tahap tujuan pendidikan Islam meliputi:
a.       Tujuan Tertinggi/Terakhir
b.      Tujuan Umum
c.       Tujuan Khusus
d.      Tujuan Sementara

5.      Aspek-Aspek Tujuan
Aspek tujuan pendidikan Islam itu meliputi empat hal, yaitu:
a.       Tujuan Jasmaniah (Ahdaf al-Jismiyyah)
b.      Tujuan Rohaniah (Ahdaf al-Ruhyyyah)
c.       Tujuan Akal (Ahdaf al-Aqliyah)
d.      Tujuan Sosial (Ahdaf al-Ijjtima’iyah)
6.      Fungsi Tujuan
A.D. Marimba menyatakan, fungsi tujuan adalah Pertama, sebagai standar mengakhiri usaha; Kedua, mengarahkan usaha; Ketiga, merupakan titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain, di samping itu juga dapat membatasi ruang gerak usaha agar kegiatan dapat terfokus pada apa yang dicita-citakan, dalam segi lainnya fungsi tujuan juga memperngaruhi dinamika dari usaha itu, keempat member niali (sifat) pada usaha-usaha itu.
Pendidikan adalah usaha yang bertujuan banyak dalam urutan satu garis (linier). Sebelum mencapai tujuan akhir, pendidikan Islam lebih dahulu mencapai beberapa tujuan sementara. Marimba menyatakan bahwa fungsi tujuan akhir ialah memelihara arah usaha itu dan mengakhiri setelah tujuan itu tercapai. Sedangkan fungsi sementara ialah membantu memelihara arah usaha dan menjadi titik berpijak untuk mencapai tujuan-tujuan lebih lanjut dan tujuan akhir.
Oleh karena itu, untuk memenuhi fungsi-fungsi tersebut, tujuan pendidikan harus dirumuskan atas dasar nilai-nilai ideal yang diyakini, kelak akan dapat mengangkat harkat dan martabat manusia, yaitu nilai ideal yang menjadi kerangka piker dan bertindak bagi seseorang.
7.      Tingkat-Tingkat Tujuan Pendidikan
Tingkatan pendidikan dan pengajaran dapat dibagi menjadi empat tingkatan/jenjang sesuai dengan ruang lingkup dan sasaran yang hendak dicapai oleh tujuan itu. Tingkatan tujuan tesebut adalah sebagai berikut:
1.      Tujuan pendidikan nasional
2.      Tujuan lembaga pendidikan
3.      Tujuan kurikuler
4.      Tujuan mata pelajaran
5.      Tujuan mengajar dan belajar


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Tujuan memiliki nilai yang sangat penting di dalam pengajaran. Bahkan barangkali dapat dikatakan bahwa tujuan merupakan factor yang terpenting dalam kegiatan dan proses belajar mengajar.
Masalah dasar dan tujuan pendidikan adalah merupakan suatu masalah yang sangat fundamental dalam pelaksanaan pendidikan. Sebab dari dasar pendidikan itu akan menentukan corak dan isi pendidikan. Dan dari tujuan pendidikan akan menentukan kearah mana anak didik itu dibawa.
Demikian pula masing-masing orang mempunyai bermacam-macam tujuan pendidikan, yaitu melihat kepada cita-cita, kebutuhan dan keinginannya. Ada yang mengharapkan supaya anaknya kelak menjadi orang besar yang berjasa kepada nusa dan bangsa serta agama. Ada yang mengingkan supaya anaknya menjadi dokter, insinyur atau seorang ahli seni.  Dan ada pula yang mengharapkan supaya anaknya menjai ulama besar, penglima perang dan lain-lainnya.













DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, Rineka Cipta, Jakarta, September 2001.
Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Bumi Aksara, Jakarta, Agustus, 2010








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar